Setelah episode kegalauan geje kemarin akhirnya saya udah mulai bisa lebih rileks, hehe. Kenapa gitu tiba-tiba? Ini buah dari silaturahim ke blog orang (tuuuh, bahkan silaturahim di rumah dumay juga ada rezekinya tersendiri).

Sekarang pengin coba lebih pasrah, lebih ikhlas, dan lebih ikhtiar agar saya bisa memutuskan segala keputusan yang terbaik. Cita-cita pengin diriin enrichment centre, entah itu buat bayi, toddler, atau children sekalian alhamdulillah semakin mantap. Tinggal cari ilmuya, ngumpulin modalnya, rencanain, dan eksekusi. Insya Allah semoga di jarak kurang atau sama dengan dari lima tahun bisa terwujud semuanya.

Terus juga mulai mikirin tentang kelanjutan berkunjung ke dokter buat program hamil. Sepertinya orangtua sudah mulai gemes sama kami yang keknya masih nyantai-nyantai aja (padahal mah ya.... (isi sendiri).

Oke, Bismillah. Semoga semuanya berjalan lancaaarrr.... aamiin. :)
Oh meeen, ini lagi-lagi tulisan tentang apa yang sebenernya saya mau.

Sungguh, saya iri seiri-irinya sama pak suami yang udah nemu the real passion-nya, apalagi kalo bukan all about coding. Sedangkan saya? Ih saya masih belum jelas dan masih gegalauan sebenernya saya mau jadi apa sih di lima tahun mendatang?

Gegalauan ini juga jelas disponsori sama ketakutan-ketakuan yang menyelimuti saya ketika mau melangkah. Oooooh, meeen, iya bener saya suka anak-anak, dan pengin berkecimpung di dunia anak, tapi apa profesi saya sekarang? jadi editor buku pelajaran, which is ini sama sekali jelas gak mengasah kemampuan saya dalam dunia pendidikan anak usia dini.

Mau nerusin kuliah? Iya, mau, tapi karena faktor kegalauan dan kedudulan saya mengenai the real passion sayanya jadi ragu mau ngambil kuliah apa. Mau ambil profesi psikolog anak, etapi ngebayangin LDR itu pasti jadi tantangan besarnya, ditambah biayanya yang akan aduhai kalo saya kuliah di UI tercinta. Mau ambil jurusan terapan psikologi pendidikan anak usia dini, etapi sama kayak sebelumnya, LDR jadi tantangan besar, selain itu saya takut nanti gak bisa melangkah dan mengambil keputusan lebih jauh untuk mendirikan preschool pasca lulus nanti.

Jelas saya butuh melepaskan segala ketakutan-ketakutan yang jelas-jelas menghambat 'langkah' ke depan. Takut gagal, takut biayanya gak nyampe, takut gak fokus karena LDR, dan berbagai macam ketakutan lainnya.

Arrrghhh..... ini bener-bener mesti konsultasi beneran sama Sang Pemilik Kehidupan.
Doakan ya semoga keputusan terbaik dapat diambil, karena bulan maret dan april ini bisa jadi adalah masa-masa penentuan mau dibawa kemana langkah ini untuk lima tahun ke depan.


source: www.dwindown.com


Yiiipppiiii.....

Akhirnya ngeblog lagi.

#udahgituaja
NewerStories OlderStories Home