Demi kelangsungan keceriaan dan nilai yang tertanam di generasi muda (halah, lebay.com), maka saya berniat untuk menulis dongeng fabel anak satu tulisan satu minggu.

Doakan saya ya agar bisa konsisten menuliskannya. Doakan juga supaya mudah dapat wangsit. Hehe.

Bagi yang berada di Singapura dan berminat memvisualisasikan tokoh cerita dengan boneka jari, boleh email saya di putiayusetiani@gmail.com --> mengambil kesempatan dalam tulisan :p

Semoga ini mejadi ladang amal.

Yeah, dengan bangga mempersembahkan, kumpulan tooh cerita jariku season 2:


dari kanan atas-kiri bawah: Ujang-Jeri-TikusKeci-Aya-Landi-Ulil-Pingi-Chiko-Sapi-PinkyPanther-Singa



Sabar dan Syukur, rasanya dua kata itu yang kini akrab menemani saya akhir-akhir ini. Persoalan hidup berumah tangga mulai menyambangi satu per satu. Mungkin itu biasa, tapi sejatinya ini baru berat saya rasakan akhir-akhir ini.

Hidup di negeri orang dengan biaya yang tinggi mau tak mau membuat saya harus pintar-pintar memutar otak. Biasanya sebelum menerima gaji kami sudah terlebih dahulu menganggarkan berapa kira-kira pengeluaran dan berapa yang bisa di tabung.

Hehe, tapi rencana hanyalah rencana. seringkali pengeluaran yang tak terduga kadang melebihi kuota. Bulan ini contohnya, gaji suami yang sudah terpotong membayar loan, sudah saya anggarkan sedemikian rupa untuk membiayai kebutuhan sebulan ini. Terasa ada sedikit kelapangan untuk menabung.

Baru beberapa hari menyusun anggaran dan membagi-baginya sesuai dengan kuota, tiba-tiba sebuah permintaan datang. Anggaran yang sudah terseusun sedemikian rupa pun kini terkurangi dengan hal tersebut. Lalu seminggu kemudian ternyata kewajiban untuk membayar pajak juga harus dibayarkan kali ini.

Jeng...jeng, maka sungguh tak terduga cash flow bulan ini pun carut marut. Tabungan yang kami sudah sayang-sayangi itu juga terpaksa harus digunakan untuk menutupi kekurangan sana-sini.

Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk belajar di saat-saat seperti ini. Sabar dan Syukur, inilah yang menjadi teman saya bulan ini. Meskipun sempat saya merasakan sesak yang tak terkira, tapi Alhamdulillah saya disadarkan betapa hanya Allah sajalah tempat bergantung.

Ya, Allah mengajarkan saya tentang makna berada di posisi terbawah roda. Saya tertadribat untuk me-"manage" hati sedemikian rupa agar bisa selalu bersabar dan syukur. Meskipun selalu ada riak-riak kecil ketidaksabaran, tapi saya berusaha agar dua kata itulah yang selalu mendampingi hati saya.

Kelapangan adalah permainan hati. Ya saya telah merasakan bagaimana sabar dan syukur itu merupakan kunci kelapangan hati.

Semoga dua kata itu selalu mendampingi hati saya dalam kondisi lapang maupun sempit. Semoga Allah selalu menemani kami di saat bahkan kami sendiri bingung bagaimana mengatasi semuanya.

Ini hanya permainan hidup. Semoga sabar dan syukur ini menjadi tapak-tapak kami melangkah ke surgaNya.


“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (QS. Al-Baqarah: 286)




....Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.[286]” 








bahagia itu letaknya di sini (menunjuk hati ^_^)



Pada suatu hari yang cerah, Jeri si Jerapah sedang asyik memakan dedaunan dari pohon yang tinggi.

"Emm, enak sekali daun ini. Untung leherku panjang, jadi bisa merasakan nikmatnya daun ini."

Tak jauh dari sana, Sapi juga sedang asyik memakan rerumputan. Jeri lalu melihat Sapi. Kemudian ia berkata, " Ih, Sapi kamu kasian sekali ya, bisanya cuma makan rumput yang di bawah. Aku dong, bisa makan daun-daun di pohon tinggi yang enak ini."

Sapi hanya tersenyum, "Alhamdulillah, ini juga rezeki dari Allah. Leherku memang tercipta tidak setinggi dirimu.Tapi aku senang karena setiap hari bisa memakan rerumputan yang hijau ini."

"Ya, kasihan ya kamu." kata Jeri mengejek Sapi sekali lagi.


Keesokan harinya, Jeri si Jerapah seperti biasa mencari daun-daun yang hijau untuk makan siangnya hari ini.
Ia melihat rerimbunan daun yang masih muda. Akan tetapi pohon itu berada di atas semak-semak rumput yang cukup tinggi. Tapi karena Jeri tergoda dengan dedaunan yang terlihat lezat itu, Ia pun kemudian nekat menembus semak rumput tersebut.

Jeri bersusah payah menjangkaunya. Akhirnya Ia bisa memakan daun-daun itu. "Hmmm, enak sekali daun-daun ini."

Setelah puas, Jeri pun bermaksud beranjak dari tempat tersebut. Akan tetapi karena rimbunnya semak rumput yang diinjaknya, kaki Jeri pun terlilit rumput ilalang yang ada di sana.

"Uh, kaki ku terjerat. Aku tak bisa jalan. Tolong... tolong...."

Sapi yang kebetulan juga sedang mencari makan mendengar teriakan Jeri. "Eh, itu seperti suara Jeri." Sapi pun kemudian mencari darimana asal suara tersebut.

Jeri terlihat bahagia melihat Sapi. "Sapi, tolong aku. Kakiku terlilit rumput ini."

"Oke, jangan panik Jeri, aku akan berusaha membatumu."

Sapi yang memang sedang mencari makan kemudian sedikit demi sedikit memakan rumput yang melilit kaki Jeri. Sampai akhirnya rumput yang melilit kaki Jeri terasa longgar. Jeri pun kemudian bisa melepaskan kakinya dari jerat rumput tersebut.

"Terima kasih, Sapi. Maaf ya kemarin aku sudah mengejekmu. Sekarang berkat kamu memakan rumput ini, aku bisa terlepas dari lilitan semak ini."

"Iya, Alhamdulillah, Jeri. Itulah gunanya teman. Dengan memakan rumput yang melilit kakimu tadi aku juga sekarang jadi kenyang, hehe."

Jeri pun kemudian mengambil beberapa pucuk daun yang ia makan tadi, "Ini Sapi, cobalah, sebagai bentuk rasa terima kasihku. Ini enak loh. Dan mulai sekarang kita mencari makan bersama saja, supaya aku bisa berbagi dedaunan yang enak denganmu."

"Wah, Jeri terima kasih banyak." Sapi pun kemudian memakan daun yang diambilkan oleh Jeri. "Masya Allah, enak sekali rasanya. Tapi, rumput yang aku makan juga merupakan rezeki yang nikmat dari Allah. Alhamdulillah"

Jeri pun senang. Kini mereka selalu mencari makan bersama-sama.Mereka saling berbagi dan menolong satu sama lain :).



Jeri dan Sapi yang dibuat dengan sepenuh hati :D

NewerStories OlderStories Home