Labels

Tuesday, 5 May 2015

Reses...

Hallo...hallo...

Sudah lama tidak bersapa, apa kabarnya semua?

Alhamdulillah saya baik-baik saja.

Hari ini sudah memasuki masa-masa akhir semester 2 nih. Alhamdulillah sudah menjalani exit test juga. Exit test itu adalah ujian lisan mengenai laporan hasil dari mendampingi seorang klien yang telah ditentukan temanya. Dari exit test ini kita bisa tau apakah kita dinilai layak sama dosen untuk diterjunkan di praktik kerja semester 3 nanti.

Jadi, sekarang ceritanya lagi menjalani masa-masa revisi aja. Sama ada 2 mata kuliah di luar mayor lagi yang masih running. Lebih santai sih memang, tapi malah kadang bikin saya frustasi karena ga ada kesibukan di luar, wkwkwk.

Perjalanan hampir satu tahun kuliah keprofesian ini rasanya ggado-gado. Ditambah status saya yang adalah seorang istri dari start-up-er yang lagi ngerintis usahanya menambah kegado-gadoan kehidupan profesi saya, :D.

Tapi ini udah risiko dari sebuah keputusan sih. Yaiyalah, kami bisa aja dibilang nekat, wong status financial bulanan aja kadang ga tentu tapi saya nekat ngambil kuliah profesi, hahaha. Jadinya ada masa-masa beberapa bulan saya benar-benar galau karena ga tau bulan depan akan ada pemasukan atau enggak di saat uang ditabungan dah ludes blas. Untungnya punya keluarga yang selalu bisa dimintain bantuan kalo lagi dalam keadaan mendesak. Alhamdulillah meskipun terseok-seok, insya Allah sampai saat ini bisa dilalui dengan baik.

Oke, balik lagi ke cerita profesi, Hmmm, yang paling menarik dari kuliah profesi apa ya? Pengalaman langsung bertemu dan berinteraksi dengan permasalahan real. Ditambah seperti ada perasaan bahagia gitu kalo orang yang kita tangani ternyata mengalami perubahan, meskipun cuma sedikit rasanya udah bahagia banget.

Iya, itu garis besarnya update-an saya. Nanti kita sambung lagi ya dengan topik yang lebih fokus.

Wassalam :)

Monday, 22 December 2014

(Calon) Psikolog


Turbulensi di pikiran dan perasaan di saat yang tidak tepat terkadang bikin ngerasa kalo kita yang paling 'sengsara' sendiri. (calon) Psikolog juga manusia kok... ada saatnya juga butuh diterapi sama teman sendiri....

*I think i need a councelling :(


Monday, 13 October 2014

Iri...sebuah keniscayaan


Ada hal-hal dalam hidup ini yang tidak bisa sama sekali dikontrol oleh manusia. Mau berusaha sekuat apapun, kalo emang belum saatnya ya gak bakal deh keturutan.

Hal-hal yang kita inginkan terkadang tidak dengan mudah didapatkan. Iri melihat kenapa dengan mudahnya orang lain memiliki sesuatu yang sudah lama kita idamkan. Bertanya-tanya kepada Tuhan, kenapa saya rasanya sulit sekali mendapatkan hal tersebut, padahal orang lain dengan mudahnya mendapatkan hal tersebut dalam waktu yang singkat.

Saya pernah iseng bertanya kepada suami saya, pernah gak sih ay iri dengan orang lain? Suami saya menjawab pernah, ya namanya juga manusia. Namun ia bilang, kalo kata umar kita cuma punya dua senjata, sabar dan syukur. Jadi mungkin saat in kita emang lagi dcoba dalam posisi sabar, tapi insya Allah ada saatnya kita berada di posisi kesyukuran.

Insya Allah saatnya akan tiba, saat dimana saya mengandung, melahirkan, dan menyusui. Saat dimana suami saya merasa bahagia dengan sambutan anak saat ia pulang kerja.

Iya, insya Allah saatnya akan tiba.